Blog ini ditujukan untuk menyampaikan informasi kegiatan yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Kanisius Demangan Baru 1.
Kamis, 07 Juni 2012
Diklat IT
Belajar Lectora selama 8 hari berturut-turut merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan. Mendapatkan pengetahuan baru mengenai media pembelajaran E- Learning. Siswa dapat belajar secara aktif tanpa ataupun bersama guru. Semoga hal ini semakin bermanfaat bagi kemajuan saya, sekolah dan anak-anak didik. Terimakasih.
Selasa, 18 Oktober 2011
Reli Penggalang 2011
Mengundang Kakak-kakak Pembina Pramuka TKK BKS YPK DIY untuk mengirimkan peserta dalam kegiatan Reli Penggalang yang akan diadakan pada :
Hari : Selasa s.d Kamis
Tanggal : 20 s.d 22 Desember 2011
Tempat : Bumi Perkemahan Youth Center, Bolawen, Mlati, Sleman, Yogyakarta.
Peserta : Penggalang SD ataupun SMP di TKK BKS YPK DIY
Demikian pemberitahuan ini harap menjadi periksa.
Terimakasih.
Lampiran Jadwal Kegiatan
Selasa, 20 Desember 2011
No Jam Kegiatan
1 09.00 – 12.00 Registrasi dan pendirian tenda
2 12.00 – 13.00 Istirahat
3 13.00 – 14.00 Giat I
4 14.00 – 16.30 Upacara Pembukaan dan Misa Kudus
5 16.30 – 19.00 Keperluan pribadi
6 19.00 – 21.00 Giat II ( Pentas Budaya)
7 21.00 – 23.00 Caraka Malam
Rabu, 21 Desember 2011
1 23.00 – 05.00 Tidur malam
2 05.00 – 06.00 Olahraga
3 06.00 – 07.30 Keperluan pribadi
4 07.30 – 08.00 Apel Bendera
5 08.00 – 09.30 Giat III
6 09.30 – 11.30 Giat IV
7 11.30 – 12.30 Giat V
8 12.30 – 14.00 Istirahat
9 14.00 – 15.30 Giat VI
10 15.30 – 16.30 Giat VII
11 16.30 – 19.00 Keperluan pribadi
12 19.00 – 20.30 Giat VIII (Pentas Budaya)
13 20.30 – 22.00 Giat IX
Kamis, 22 Desember 2011
1 22.00 – 05.00 Tidur malam
2 05.00 – 06.00 Olahraga
3 06.00 – 07.30 Keperluan pribadi
4 07.30 – 08.00 Apel Bendera
5 08.00 – 09.30 Giat X
6 09.00 – 11.00 Upacara Penutupan
7 11.00 Sayonara
Hari : Selasa s.d Kamis
Tanggal : 20 s.d 22 Desember 2011
Tempat : Bumi Perkemahan Youth Center, Bolawen, Mlati, Sleman, Yogyakarta.
Peserta : Penggalang SD ataupun SMP di TKK BKS YPK DIY
Demikian pemberitahuan ini harap menjadi periksa.
Terimakasih.
Lampiran Jadwal Kegiatan
Selasa, 20 Desember 2011
No Jam Kegiatan
1 09.00 – 12.00 Registrasi dan pendirian tenda
2 12.00 – 13.00 Istirahat
3 13.00 – 14.00 Giat I
4 14.00 – 16.30 Upacara Pembukaan dan Misa Kudus
5 16.30 – 19.00 Keperluan pribadi
6 19.00 – 21.00 Giat II ( Pentas Budaya)
7 21.00 – 23.00 Caraka Malam
Rabu, 21 Desember 2011
1 23.00 – 05.00 Tidur malam
2 05.00 – 06.00 Olahraga
3 06.00 – 07.30 Keperluan pribadi
4 07.30 – 08.00 Apel Bendera
5 08.00 – 09.30 Giat III
6 09.30 – 11.30 Giat IV
7 11.30 – 12.30 Giat V
8 12.30 – 14.00 Istirahat
9 14.00 – 15.30 Giat VI
10 15.30 – 16.30 Giat VII
11 16.30 – 19.00 Keperluan pribadi
12 19.00 – 20.30 Giat VIII (Pentas Budaya)
13 20.30 – 22.00 Giat IX
Kamis, 22 Desember 2011
1 22.00 – 05.00 Tidur malam
2 05.00 – 06.00 Olahraga
3 06.00 – 07.30 Keperluan pribadi
4 07.30 – 08.00 Apel Bendera
5 08.00 – 09.30 Giat X
6 09.00 – 11.00 Upacara Penutupan
7 11.00 Sayonara
Materi IPS Rumah Adat
Rumah Adat di setiap Provinsi di Indonesia
No. Provinsi Nama Rumah Adat
1. Nanggroe Aceh Darussalam : Krong Bade
2. Sumatra Utara : Bolon
3. Riau : Selaso Jatuh Kembar
4. Bangka Belitung : Rakit
5. Sumatra Barat : Gadang
6. Bengkulu : Bubungan Limo
7. Sumatra Selatan : Limas
8. D.K.I. Jakarta : Kebaya
9. Jawa Barat : Kasepuhan
10. Jawa Tengah : Joglo
11. D.I. Yogyakarta : Bangsal Kencono
12. Jawa Timur : Joglo
13. Bali : Natah
14. Kalimantan Selatan : Bubungan Tinggi
15. Kalimantan Timur : Lamin
24. Sulawesi Utara : Bolaang Mongondow
25. Sulawesi Tengah : Souraja
26. Sulawesi Selatan : Tongkonan
27. Sulawesi Barat : Tongkonan
28. Gorontalo : Souraja
30. Maluku : Baileo
32. Papua : Honai
No. Provinsi Nama Rumah Adat
1. Nanggroe Aceh Darussalam : Krong Bade
2. Sumatra Utara : Bolon
3. Riau : Selaso Jatuh Kembar
4. Bangka Belitung : Rakit
5. Sumatra Barat : Gadang
6. Bengkulu : Bubungan Limo
7. Sumatra Selatan : Limas
8. D.K.I. Jakarta : Kebaya
9. Jawa Barat : Kasepuhan
10. Jawa Tengah : Joglo
11. D.I. Yogyakarta : Bangsal Kencono
12. Jawa Timur : Joglo
13. Bali : Natah
14. Kalimantan Selatan : Bubungan Tinggi
15. Kalimantan Timur : Lamin
24. Sulawesi Utara : Bolaang Mongondow
25. Sulawesi Tengah : Souraja
26. Sulawesi Selatan : Tongkonan
27. Sulawesi Barat : Tongkonan
28. Gorontalo : Souraja
30. Maluku : Baileo
32. Papua : Honai
Rabu, 27 Juli 2011
Ayo Mencoba Menjawab
1. Prasasti dengan ciri khusus telapak kaki Dewa Wisnu.
2. Kerajaan dengan Raja Kameswara
3. Dewa yang dipercaya sebagai Dewa Pencipta alam
4. Kerajaan tertua di Pulau Jawa.
5. Pembuat keris untuk Ken Arok.
6. Prasasti Kerajaan Kutai ditulis dalam bahasa ….
7. Raja pertama dari Kerajaan Kutai.
8. Sebutan tingkatan terbawah dari candi Borobudur.
9. Kesatuan tiga Dewa dalam ajaran Hindu.
10. Lukisan yang dibuat di dinding candi.
11. Pengucap sumpah Tan Amukti Palapa.
12. Raja yang membawa Majapahit ke puncak kejayaan.
13. Tempat dilaksanakan Upacara Kasodo.
14. Upacara pembakaran mayat di Bali.
15. Letak Kerajaan Tarumanegara di Propinsi
16. Kerajaan Kutai terletak di sekitar Sungai ….
17. Sebutan lain dari Prasasti Mulawarman.
18. Sebutan lain untuk saluran air.
19. Disebut juga Candi Roro Jonggrang.
20. Orang yang mencintai Roro Jonggrang.
21. Patung Ganesha dipercaya sebagai perwujudan Dewa ….
22. Kendaraan Dewa Wisnu.
23. Sebutan lain dari surga.
24. Letak Candi Borobudur di Kabupaten
25. Tertulis Bhinneka Tunggal Ika dalam kitab ini.
26. Dalam kitab ini termuat istilah Pancasila.
27. Berdirinya Kerajaan Tarumanegara pada abad ….M
28. Pendiri Kerajaan Majapahit.
29. Sebutan lain orang yang meninggal.
30. Asal ajaran Hindu.
2. Kerajaan dengan Raja Kameswara
3. Dewa yang dipercaya sebagai Dewa Pencipta alam
4. Kerajaan tertua di Pulau Jawa.
5. Pembuat keris untuk Ken Arok.
6. Prasasti Kerajaan Kutai ditulis dalam bahasa ….
7. Raja pertama dari Kerajaan Kutai.
8. Sebutan tingkatan terbawah dari candi Borobudur.
9. Kesatuan tiga Dewa dalam ajaran Hindu.
10. Lukisan yang dibuat di dinding candi.
11. Pengucap sumpah Tan Amukti Palapa.
12. Raja yang membawa Majapahit ke puncak kejayaan.
13. Tempat dilaksanakan Upacara Kasodo.
14. Upacara pembakaran mayat di Bali.
15. Letak Kerajaan Tarumanegara di Propinsi
16. Kerajaan Kutai terletak di sekitar Sungai ….
17. Sebutan lain dari Prasasti Mulawarman.
18. Sebutan lain untuk saluran air.
19. Disebut juga Candi Roro Jonggrang.
20. Orang yang mencintai Roro Jonggrang.
21. Patung Ganesha dipercaya sebagai perwujudan Dewa ….
22. Kendaraan Dewa Wisnu.
23. Sebutan lain dari surga.
24. Letak Candi Borobudur di Kabupaten
25. Tertulis Bhinneka Tunggal Ika dalam kitab ini.
26. Dalam kitab ini termuat istilah Pancasila.
27. Berdirinya Kerajaan Tarumanegara pada abad ….M
28. Pendiri Kerajaan Majapahit.
29. Sebutan lain orang yang meninggal.
30. Asal ajaran Hindu.
Jumat, 22 Juli 2011
MATERI IPS 2011
LATIHAN SOAL IPS 2011
2. Sungai Mahakam terletak di wilayah Provinsi ....
3. Kerajaan Kutai berdiri pada tahun .... Masehi.
4. Peninggalan sejarah yang membuktikan Kerajaan Kutai sebagai kerajaan bercorak ....
5. Yupa ditulis dalam bahasa .... dan huruf ....
6. Raja Kutai yang pertama bernama Raja ....
7. Raja terkenal dari Kerajaan Kutai karena kebijaksanaannya bernama ....
8. Kerajaan Tarumanegara terletak di daerah ....Provinsi Jawa Barat.
9. Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu pertama di ....
10. Prasasti Ciaruteun menggambarkan jejak telapak kaki Dewa ....
Cobalah jawab kemudian lihat kunci jawaban pada komentar
Sabtu, 19 Maret 2011
catatan IPS
Jasa dan Peranan Tokoh Pejuang dalam Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia
Para tokoh dan pemimpin bangsa Indonesia di dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia telah mengadakan berbagai usaha. Usaha-usaha yang dilakukannya itu untuk menjadi panduan bilamana Indonesia telah merdeka. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh para pemimpin dan tokoh bangsa Indonesia dalam mempersiapkan kemerdekaan. Hal ini ditujukan supaya proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang tepat. Diharapkan juga agar proklamasi kemerdekaan dapat diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia. Kenyataannya, justru proklamasi ini bukan hanya dapat diketahui rakyat Indonesia yang ada di wilayah Indonesia, tetapi menyebar ke luar negeri.
1. Perumusan Dasar Negara
Untuk membuktikan bahwa Jepang bersungguh-sungguh memperhatikan keinginan bangsa Indonesia untuk merdeka, dibentuklah Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dalam bahasa Jepangnya disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. BPUPKI diketuai oleh dr. Radjiman Wedyodiningrat.
BPUPKI dalam melaksanakan tugasnya telah berhasil mengadakan 2 kali. Sidang itu yang dilakukan pada 2 tahap, yaitu sebagai berikut.
a. Sidang Pertama (29 Mei - 1 Juni 1945)
Dasar negara merupakan pembahasan pokok dalam sidang pertama.
3 tokoh Indonesia ini yang pertama mendapat kesempatan menyampaikan pendapatnya adalah Mohammad Yamin pada tanggal 29 Mei 1945. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan azas dasar negara kebangsaan Indonesia. Isinya adalah:
1) Perikebangsaan,
2) Perikemanusiaan,
3) Periketuhanan,
4) Perikerakyatan,
5) Kesejahteraan Rakyat.
Pada tanggal 31 Mei 1945 giliran Prof.Dr. Soepomo diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya. Gagasannya sebagai berikut:
1) Persatuan,
2) Kekeluargaan,
3) Keseimbangan lahir dan batin,
4) Masyarakat,
5) Keadilan rakyat.
Terakhir, pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pendapatnya tentang dasar negara. Pidatonya dinamakan Lahirnya Pancasila, sebagai berikut:
1) Kebangsaan Indonesia,
2) Internasionalisme atau perikemanusiaan,
3) Mufakat atau demokrasi,
4) Kesejahteraan sosial,
5) Ketuhanan Yang Maha Esa.
Pada sebuah pertemuan, panitia kecil membentuk sebuah panitia kecil lainnya yang berjumlah 9 orang. Panitia kecil ini disebut Panitia Sembilan dan diketuai oleh Ir. Soekarno. Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Sembilan berhasil merumuskan maksud dan tujuan pembentukan negara Indonesia Merdeka. Hasil kerja panitia kecil ini dinamakan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. Isinya sebagai berikut:
1) Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya;
2) (menurut) dasar kemanusiaan yang adil dan beradab;
3) Persatuan Indonesia;
4) (dan) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan;
5) (serta dengan mewujudkan suatu) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
b. Sidang Kedua (10 - 17 Juli 1945)
Pembahasan pokok di sidang yang kedua ini adalah rencana undangundang dasar dan pembukaannya. Untuk itulah BPUPKI membentuk sebuah panitia yang dinamakan Panitia Perancang Undang-Undang Dasar. Panitia ini diketuai oleh Ir. Soekarno dengan jumlah anggota 18 orang. Di akhir sidang kedua ini, Ir. Soekarno menyampaikan laporan hasil kerja seluruh panitia yang ada, antara lain:
1) Pernyataan Indonesia merdeka;
2) Pembukaan Undang-Undang Dasar;
3) Batang Tubuh Undang-Undang Dasar.
2. Pembentukan PPKI
BPUPKI dinyatakan telah selesai melaksanakan tugasnya, maka pada tanggal 7 Agustus 1945 dibubarkan. Untuk menggantikan lembaga tersebut dibentuklah PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam bahasa Jepang dinamakan Dokuritsu Junbi Iinkai.Untuk kepentingan peresmian, lembaga PPKI ini dipanggil oleh Panglima Tentara Jepang untuk wilayah Asia. Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Tenggara Jenderal Terauchi yang berkedudukan di Dalat, Vietnam pada tanggal 9 Agustus 1945.
PPKI dalam sidangnya yang dilakukan pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah negara Indonesia terbentuk berhasil membuat ketetapan sebagai berikut:
a. menetapkan UUD 1945 sebagai UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b. Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai presiden dan wakil presiden;
c. Komite Nasional Indonesia sebagai pembantu presiden sebelum MPR dan DPR dibentuk.
Para tokoh dan pemimpin bangsa Indonesia di dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia telah mengadakan berbagai usaha. Usaha-usaha yang dilakukannya itu untuk menjadi panduan bilamana Indonesia telah merdeka. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh para pemimpin dan tokoh bangsa Indonesia dalam mempersiapkan kemerdekaan. Hal ini ditujukan supaya proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang tepat. Diharapkan juga agar proklamasi kemerdekaan dapat diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia. Kenyataannya, justru proklamasi ini bukan hanya dapat diketahui rakyat Indonesia yang ada di wilayah Indonesia, tetapi menyebar ke luar negeri.
1. Perumusan Dasar Negara
Untuk membuktikan bahwa Jepang bersungguh-sungguh memperhatikan keinginan bangsa Indonesia untuk merdeka, dibentuklah Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dalam bahasa Jepangnya disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. BPUPKI diketuai oleh dr. Radjiman Wedyodiningrat.
BPUPKI dalam melaksanakan tugasnya telah berhasil mengadakan 2 kali. Sidang itu yang dilakukan pada 2 tahap, yaitu sebagai berikut.
a. Sidang Pertama (29 Mei - 1 Juni 1945)
Dasar negara merupakan pembahasan pokok dalam sidang pertama.
3 tokoh Indonesia ini yang pertama mendapat kesempatan menyampaikan pendapatnya adalah Mohammad Yamin pada tanggal 29 Mei 1945. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan azas dasar negara kebangsaan Indonesia. Isinya adalah:
1) Perikebangsaan,
2) Perikemanusiaan,
3) Periketuhanan,
4) Perikerakyatan,
5) Kesejahteraan Rakyat.
Pada tanggal 31 Mei 1945 giliran Prof.Dr. Soepomo diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya. Gagasannya sebagai berikut:
1) Persatuan,
2) Kekeluargaan,
3) Keseimbangan lahir dan batin,
4) Masyarakat,
5) Keadilan rakyat.
Terakhir, pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pendapatnya tentang dasar negara. Pidatonya dinamakan Lahirnya Pancasila, sebagai berikut:
1) Kebangsaan Indonesia,
2) Internasionalisme atau perikemanusiaan,
3) Mufakat atau demokrasi,
4) Kesejahteraan sosial,
5) Ketuhanan Yang Maha Esa.
Pada sebuah pertemuan, panitia kecil membentuk sebuah panitia kecil lainnya yang berjumlah 9 orang. Panitia kecil ini disebut Panitia Sembilan dan diketuai oleh Ir. Soekarno. Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Sembilan berhasil merumuskan maksud dan tujuan pembentukan negara Indonesia Merdeka. Hasil kerja panitia kecil ini dinamakan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. Isinya sebagai berikut:
1) Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya;
2) (menurut) dasar kemanusiaan yang adil dan beradab;
3) Persatuan Indonesia;
4) (dan) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan;
5) (serta dengan mewujudkan suatu) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
b. Sidang Kedua (10 - 17 Juli 1945)
Pembahasan pokok di sidang yang kedua ini adalah rencana undangundang dasar dan pembukaannya. Untuk itulah BPUPKI membentuk sebuah panitia yang dinamakan Panitia Perancang Undang-Undang Dasar. Panitia ini diketuai oleh Ir. Soekarno dengan jumlah anggota 18 orang. Di akhir sidang kedua ini, Ir. Soekarno menyampaikan laporan hasil kerja seluruh panitia yang ada, antara lain:
1) Pernyataan Indonesia merdeka;
2) Pembukaan Undang-Undang Dasar;
3) Batang Tubuh Undang-Undang Dasar.
2. Pembentukan PPKI
BPUPKI dinyatakan telah selesai melaksanakan tugasnya, maka pada tanggal 7 Agustus 1945 dibubarkan. Untuk menggantikan lembaga tersebut dibentuklah PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam bahasa Jepang dinamakan Dokuritsu Junbi Iinkai.Untuk kepentingan peresmian, lembaga PPKI ini dipanggil oleh Panglima Tentara Jepang untuk wilayah Asia. Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Tenggara Jenderal Terauchi yang berkedudukan di Dalat, Vietnam pada tanggal 9 Agustus 1945.
PPKI dalam sidangnya yang dilakukan pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah negara Indonesia terbentuk berhasil membuat ketetapan sebagai berikut:
a. menetapkan UUD 1945 sebagai UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b. Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai presiden dan wakil presiden;
c. Komite Nasional Indonesia sebagai pembantu presiden sebelum MPR dan DPR dibentuk.
Sabtu, 08 Januari 2011
Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat
A. Perjuangan Para Tokoh Pejuang pada Masa Penjajahan Belanda dan Jepang
Pedagang Eropa yang datang pertama kali memasuki wilayah Nusantara adalah bangsa Portugis dan Spanyol.
Lalu, bangsa Spanyol tersingkir dan bangsa Portugis dapat menguasai daerah penghasil rempah-rempah. Namun, bangsa Indonesia dengan para raja danpenguasa daerah sebagai pemimpin tidak senang dengan kelakuan Portugis yang ingin menjajah. Rakyat Indonesia pun berjuang mengusir Portugis dari bumi Nusantara dengan mengangkat senjata dan mengadakan perlawanan.
Perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia pada waktu itu antara lain:
1. perjuangan Pati Unus dari Demak menentang penjajahan Portugis (1513);
2. perjuangan Panglima Fatahillah dari Kerajaan Demak menentang penjajahan Portugis (1526-1527);
3. perjuangan Sultan Baabullah dari Kerajaan Ternate menentang penjajahan Portugis (1575);
4. perjuangan Sultan Iskandar Muda dari Kesultanan Aceh menentang penjajahan Portugis (1607-1636).
Penjajahan Belanda terhadap Indonesia berlangsung kurang lebih 350 tahun.
1. Masa Penjajahan Belanda
Kedatangan bangsa Belanda ke tanah Nusantara dimulai pada tahun 1596.Untuk pertama kalinya beberapa kapal Belanda singgah di Pelabuhan Banten.
Untuk mencegah adanya persaingan yang tidak sehat di antara pedagang Belanda dan pedagang asing lainnya (khususnya Portugis dan Spanyol), maka para pedagang Belanda mendirikan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie). VOC, yaitu kongsi atau perserikatan perdagangan Belanda yang ada di wilayah Nusantara.
VOC didirikan pada tahun 1602 dan dipimpin oleh seorang Gubernur Jenderal yang bernama Pieter Both.
Kedatangan bangsa asing ke wilayah Nusantara pada awalnya dengan tujuan melakukan perniagaan, yaitu jual beli rempah-rempah yang memang sangat dibutuhkan oleh bangsa Eropa. Akan tetapi karena
keangkuhan dan keserakahannya, bangsa Eropa menerapkan sistem monopoli.
Pada saat sistem ini diterapkan, mulailah ada reaksi dari rakyat Indonesia. Apalagi setelah mereka menerapkan sistem kolonial. Rakyat Indonesia bukan saja bereaksi, tetapi juga mengadakan perlawanan bersenjata.
Adapun perlawanan rakyat Indonesia dipimpin oleh tokoh-tokoh pejuang, antara lain sebagai berikut.
a. Perlawanan pada Abad ke-17 dan Abad ke-18
1) Thomas Matulessy (Pattimura) di Maluku
Begitu juga dengan Raja Paulus Tiahahu, ayah Martha Khristina Tiahahu
2) Tuanku Imam Bonjol
Tuanku Iman Bonjol adalah pemimpin Perang Padri tahun 1821-1837. Penyebab timbulnya Perang Padri adalah adanya pertentangan antara kaum adat dengan kaum Islam (ulama). Kaum adat terdiri atas raja dan para pengikutnya, sebagian besar masyarakat Minangkabau dikuasai oleh kaum adat.
3) Pangeran Diponegoro
Pangeran Diponegoro semasa kecilnya bernama Ontowiryo.
4) Pangeran Antasari
Mulai abad ke-17, VOC telah melakukan hubungan dagang dengan rakyat Banjarmasin.
Pedagang Eropa yang datang pertama kali memasuki wilayah Nusantara adalah bangsa Portugis dan Spanyol.
Lalu, bangsa Spanyol tersingkir dan bangsa Portugis dapat menguasai daerah penghasil rempah-rempah. Namun, bangsa Indonesia dengan para raja danpenguasa daerah sebagai pemimpin tidak senang dengan kelakuan Portugis yang ingin menjajah. Rakyat Indonesia pun berjuang mengusir Portugis dari bumi Nusantara dengan mengangkat senjata dan mengadakan perlawanan.
Perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia pada waktu itu antara lain:
1. perjuangan Pati Unus dari Demak menentang penjajahan Portugis (1513);
2. perjuangan Panglima Fatahillah dari Kerajaan Demak menentang penjajahan Portugis (1526-1527);
3. perjuangan Sultan Baabullah dari Kerajaan Ternate menentang penjajahan Portugis (1575);
4. perjuangan Sultan Iskandar Muda dari Kesultanan Aceh menentang penjajahan Portugis (1607-1636).
Penjajahan Belanda terhadap Indonesia berlangsung kurang lebih 350 tahun.
1. Masa Penjajahan Belanda
Kedatangan bangsa Belanda ke tanah Nusantara dimulai pada tahun 1596.Untuk pertama kalinya beberapa kapal Belanda singgah di Pelabuhan Banten.
Untuk mencegah adanya persaingan yang tidak sehat di antara pedagang Belanda dan pedagang asing lainnya (khususnya Portugis dan Spanyol), maka para pedagang Belanda mendirikan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie). VOC, yaitu kongsi atau perserikatan perdagangan Belanda yang ada di wilayah Nusantara.
VOC didirikan pada tahun 1602 dan dipimpin oleh seorang Gubernur Jenderal yang bernama Pieter Both.
Kedatangan bangsa asing ke wilayah Nusantara pada awalnya dengan tujuan melakukan perniagaan, yaitu jual beli rempah-rempah yang memang sangat dibutuhkan oleh bangsa Eropa. Akan tetapi karena
keangkuhan dan keserakahannya, bangsa Eropa menerapkan sistem monopoli.
Pada saat sistem ini diterapkan, mulailah ada reaksi dari rakyat Indonesia. Apalagi setelah mereka menerapkan sistem kolonial. Rakyat Indonesia bukan saja bereaksi, tetapi juga mengadakan perlawanan bersenjata.
Adapun perlawanan rakyat Indonesia dipimpin oleh tokoh-tokoh pejuang, antara lain sebagai berikut.
a. Perlawanan pada Abad ke-17 dan Abad ke-18
1) Thomas Matulessy (Pattimura) di Maluku
Begitu juga dengan Raja Paulus Tiahahu, ayah Martha Khristina Tiahahu
2) Tuanku Imam Bonjol
Tuanku Iman Bonjol adalah pemimpin Perang Padri tahun 1821-1837. Penyebab timbulnya Perang Padri adalah adanya pertentangan antara kaum adat dengan kaum Islam (ulama). Kaum adat terdiri atas raja dan para pengikutnya, sebagian besar masyarakat Minangkabau dikuasai oleh kaum adat.
3) Pangeran Diponegoro
Pangeran Diponegoro semasa kecilnya bernama Ontowiryo.
4) Pangeran Antasari
Mulai abad ke-17, VOC telah melakukan hubungan dagang dengan rakyat Banjarmasin.
Selasa, 19 Oktober 2010
Unsur Cerita
UNSUR-UNSUR INTRINSIK CERITA
Unsur intrinsik adalah unsur-unsur pembangun cerita yang dapat ditemukan di dalam teks cerita.
Unsur intrinsik terdiri dari
a. Tokoh dan penokohan/perwatakan tokoh
b. Tema dan amanat
c. Latar
d. Alur
TOKOH
Tokoh dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Tokoh protagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilai-nilai pisitif.
b. Tokoh antagonis. Tokoh antagonis adalah tokoh yang membawakan perwatakan yang menyampaikan nilai-nilai negatif.
ALUR
Alur adalah urutan atau rangkaian peristiwa dalam cerita.
Unsur intrinsik adalah unsur-unsur pembangun cerita yang dapat ditemukan di dalam teks cerita.
Unsur intrinsik terdiri dari
a. Tokoh dan penokohan/perwatakan tokoh
b. Tema dan amanat
c. Latar
d. Alur
TOKOH
Tokoh dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Tokoh protagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilai-nilai pisitif.
b. Tokoh antagonis. Tokoh antagonis adalah tokoh yang membawakan perwatakan yang menyampaikan nilai-nilai negatif.
ALUR
Alur adalah urutan atau rangkaian peristiwa dalam cerita.
Minggu, 17 Oktober 2010
Materi Kelas VI SD
MENYUSUN PERCAKAPAN
Langkah-langkah menyusun teks percakapan adalah:
1. menentukan tema percakapan;
2. mencari informasi sekitar tema atau topik percakapan (sumber informasi bisa kamu cari dari buku, koran, atau majalah);
3. menentukan jumlah orang yang terlibat dalam percakapan;
4. mengembangkan tema atau topik yang dipilih menjadi kalimat;
5. menyusun teks percakapan dengan menggunakan ejaan yang tepat
DONGENG
Dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi. Dalam dongeng, biasanya terdapat tokoh binatang, tumbuhan, atau benda mati yang diibaratkan seperti manusia (bisa berbicara). Dongeng yang tokohnya binatang disebut dengan dongeng fabel. Sebuah cerita anak dibangun oleh beberapa unsur, yaitu:
1. tokoh (pelaku cerita);
2. watak (sifat tokoh);
3. latar (tempat dan waktu dalam cerita);
4. tema (dasar atau pokok cerita);
5. amanat (pesan atau nasihat dalam cerita).
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Daftar riwayat hidup dapat berbentuk formulir atau berbentuk narasi.
Biasanya, formulir daftar riwayat hidup digunakan untuk keperluan mendaftarkan diri atau pelengkap dalam surat lamaran pekerjaan.
Hal-hal penting yang tercantum dalam daftar riwayat hidup adalah:
a. nama,
b. tempat tanggal lahir,
c. umur,
d. agama,
e. alamat,
f. riwayat pendidikan.
SURAT RESMI
Surat resmi berbeda dengan surat pribadi. Bahasa yang digunakan dalam surat resmi adalah bahasa yang baku. Selain itu, ada beberapa aturan lain yang membedakan surat resmi dengan surat pribadi.
Surat resmi adalah surat yang dikeluarkan oleh organisasi atau lembaga tertentu. Surat resmi yang baik disusun dengan sistematika dan bahasa yang baku. Surat resmi berhubungan dengan kegiatan-kegiatan, seperti undangan rapat dan permohonan izin.
Bagian-bagian surat resmi adalah sebagai berikut.
1. Kepala surat.
2. Nomor surat, perihal, dan tanggal surat.
3. Alamat surat.
4. Salam pembuka.
5. Isi surat.
6. Penutup.
7. Identitas pengirim
PIDATO
Naskah pidato terdiri atas tiga bagian, yaitu:
1. pembukaan,
2. isi,
3. penutup.
Sebelum menyusun naskah pidato hendaknya kamu menulis hal-hal penting mengenai acara, misalnya nama acara, para undangan yang hadir, serta tujuan dari penyelenggaraan acara. Setelah itu, buatlah kerangka naskah pidato dengan memerhatikan bagian-bagian pidato. Hal-hal yang harus ada dalam naskah pidato adalah sebagai berikut:
1. Salam atau sapaan pembuka.
2. Pembuka pidato.
3. Isi pidato.
4. Penutup pidato.
5. Salam penutup.
Langkah-langkah menyusun teks percakapan adalah:
1. menentukan tema percakapan;
2. mencari informasi sekitar tema atau topik percakapan (sumber informasi bisa kamu cari dari buku, koran, atau majalah);
3. menentukan jumlah orang yang terlibat dalam percakapan;
4. mengembangkan tema atau topik yang dipilih menjadi kalimat;
5. menyusun teks percakapan dengan menggunakan ejaan yang tepat
DONGENG
Dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi. Dalam dongeng, biasanya terdapat tokoh binatang, tumbuhan, atau benda mati yang diibaratkan seperti manusia (bisa berbicara). Dongeng yang tokohnya binatang disebut dengan dongeng fabel. Sebuah cerita anak dibangun oleh beberapa unsur, yaitu:
1. tokoh (pelaku cerita);
2. watak (sifat tokoh);
3. latar (tempat dan waktu dalam cerita);
4. tema (dasar atau pokok cerita);
5. amanat (pesan atau nasihat dalam cerita).
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Daftar riwayat hidup dapat berbentuk formulir atau berbentuk narasi.
Biasanya, formulir daftar riwayat hidup digunakan untuk keperluan mendaftarkan diri atau pelengkap dalam surat lamaran pekerjaan.
Hal-hal penting yang tercantum dalam daftar riwayat hidup adalah:
a. nama,
b. tempat tanggal lahir,
c. umur,
d. agama,
e. alamat,
f. riwayat pendidikan.
SURAT RESMI
Surat resmi berbeda dengan surat pribadi. Bahasa yang digunakan dalam surat resmi adalah bahasa yang baku. Selain itu, ada beberapa aturan lain yang membedakan surat resmi dengan surat pribadi.
Surat resmi adalah surat yang dikeluarkan oleh organisasi atau lembaga tertentu. Surat resmi yang baik disusun dengan sistematika dan bahasa yang baku. Surat resmi berhubungan dengan kegiatan-kegiatan, seperti undangan rapat dan permohonan izin.
Bagian-bagian surat resmi adalah sebagai berikut.
1. Kepala surat.
2. Nomor surat, perihal, dan tanggal surat.
3. Alamat surat.
4. Salam pembuka.
5. Isi surat.
6. Penutup.
7. Identitas pengirim
PIDATO
Naskah pidato terdiri atas tiga bagian, yaitu:
1. pembukaan,
2. isi,
3. penutup.
Sebelum menyusun naskah pidato hendaknya kamu menulis hal-hal penting mengenai acara, misalnya nama acara, para undangan yang hadir, serta tujuan dari penyelenggaraan acara. Setelah itu, buatlah kerangka naskah pidato dengan memerhatikan bagian-bagian pidato. Hal-hal yang harus ada dalam naskah pidato adalah sebagai berikut:
1. Salam atau sapaan pembuka.
2. Pembuka pidato.
3. Isi pidato.
4. Penutup pidato.
5. Salam penutup.
Keragaman Budaya
NAMA DAERAH DAN SUKU YANG MENDIAMI
1. Nanggroe Aceh Darussalam : Aceh, Gayo, Alas.
2. Sumatra Utara: Batak, Nias, Melayu
3. Sumatra Barat: Minangkabau, Mentawai
4. Riau : Melayu, Sakai
5. Jambi : Melayu, Kubu, Kerinci
6. Sumatra Selatan: Palembang, Melayu, Kubu
7. Bengkulu: Melayu, Rejang, Enggano
8. Lampung: Lampung, Jawa, Melayu
9. DKI Jakarta: Sunda, Betawi
10. Jawa Barat: Sunda, Badui
11. Jawa Tengah : Jawa
12. Jawa Timur : Jawa, Madura, Tengger
13. D.I. Yogyakarta : Jawa
14. Bali: Bali, Madura
15. Nusa Tenggara Barat : Bali, Sasak, Sumbawa, Bima
16. Nusa Tenggara Timur : Alor, Solor, Roti, Sawu, Sumbawa, Flores
17. Kalimantan Barat : Melayu, Dayak, Kayan
18. Kalimantan Tengah : Melayu, Dayak, Kutai
19. Kalimantan Timur : Melayu, Dayak, Kutai
20. Kalimantan Selatan : Melayu, Banjar, Dayak
21. Sulawesi Selatan : Bugis, Makassar, Toraja
22. Sulawesi Tenggara : Mekongga, Tolaki, Buton, Muna
23. Sulawesi Tengah : Toli-toli, Toraja, Laina, Tomini, Lore
24. Sulawesi Utara : Minahasa, Bolaang, Mangondow, Gorontalo
25. Maluku : Ambon, Kei, Tanimbar, Seram
26. Maluku Utara : Ternate
27. Gorontalo : Gorontalo
28. Banten : Sunda, Badui
29. Bangka-Belitung : Bangka, Belitung
30. Irian Jaya (Papua) : Asmat, Sentani, Biak, Marindanim
Masih ada beberapa suku bangsa yang tidak tercantum pada pada catatan di atas!
Keanekaragaman budaya daerah yang kita miliki hendaknya dijadikan sumber kemajuan bangsa. Hal itu sesuai dengan semboyan negara kita “Bhinneka Tunggal Ika”.
NAMA PROVINSI DAN RUMAH ADAT
1. Nanggroe Aceh Darussalam : Krong Bade
2. Sumatra Utara : Bolon
3. Riau : Selaso Jatuh Kembar
4. Riau Kepulauan : Selasa Jatuh Kembar
5. Bangka Belitung : Rakit
6. Sumatra Barat : Gadang
7. Bengkulu : Bubungan Limo
8. Jambi : Melayu Selaso
9. Sumatra Selatan : Limas
10. Lampung : Nuwo Sesat
11. D.K.I. Jakarta : Kebaya
12. Jawa Barat : Kasepuhan
13. Banten : Kasepuhan
14. Jawa Tengah : Joglo
15. D.I. Yogyakarta : Bangsal Kencono
16. Jawa Timur : Joglo
17. Bali : Natah
18. Nusa Tenggara Barat : Dalam Loka Samawa
19. Nusa Tenggara Timur : Soo Aa Mosa Lakitana
20. Kalimantan Barat : Rumah Panjang
21. Kalimantan Tengah : Betang
22. Kalimantan Selatan : Bubungan Tinggi
23. Kalimantan Timur : Lamin
24. Sulawesi Utara : Bolaang Mongondow
25. Sulawesi Tengah : Souraja
26. Sulawesi Selatan : Tongkonan
27. Sulawesi Barat : Tongkonan
28. Gorontalo : Souraja
29. Sulawesi Tenggara : Laikas
30. Maluku : Baileo
31. Maluku Utara : Baileo
32. Papua : Honai
33. Papua Barat : Honai
SENJATA KHAS DAN DAERAH ASALNYA
Golok (parang) dari D.K.I. Jakarta,
Kujang dari Jawa Barat
Keris dari Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta
Clurit dari Jawa
Piso surit dari Sumatra Utara
Rencong dari Nanggroe Aceh Darussalam
Mandau dari Kalimantan Barat
Badik dari Sulawesi Selatan
Jenawi dari Riau
Trisula dari Sumatra Selata
Karih dari Sumatra Barat)
Selamat mempelajari keragaman budaya kita. Mari lestarikan budaya daerah.
1. Nanggroe Aceh Darussalam : Aceh, Gayo, Alas.
2. Sumatra Utara: Batak, Nias, Melayu
3. Sumatra Barat: Minangkabau, Mentawai
4. Riau : Melayu, Sakai
5. Jambi : Melayu, Kubu, Kerinci
6. Sumatra Selatan: Palembang, Melayu, Kubu
7. Bengkulu: Melayu, Rejang, Enggano
8. Lampung: Lampung, Jawa, Melayu
9. DKI Jakarta: Sunda, Betawi
10. Jawa Barat: Sunda, Badui
11. Jawa Tengah : Jawa
12. Jawa Timur : Jawa, Madura, Tengger
13. D.I. Yogyakarta : Jawa
14. Bali: Bali, Madura
15. Nusa Tenggara Barat : Bali, Sasak, Sumbawa, Bima
16. Nusa Tenggara Timur : Alor, Solor, Roti, Sawu, Sumbawa, Flores
17. Kalimantan Barat : Melayu, Dayak, Kayan
18. Kalimantan Tengah : Melayu, Dayak, Kutai
19. Kalimantan Timur : Melayu, Dayak, Kutai
20. Kalimantan Selatan : Melayu, Banjar, Dayak
21. Sulawesi Selatan : Bugis, Makassar, Toraja
22. Sulawesi Tenggara : Mekongga, Tolaki, Buton, Muna
23. Sulawesi Tengah : Toli-toli, Toraja, Laina, Tomini, Lore
24. Sulawesi Utara : Minahasa, Bolaang, Mangondow, Gorontalo
25. Maluku : Ambon, Kei, Tanimbar, Seram
26. Maluku Utara : Ternate
27. Gorontalo : Gorontalo
28. Banten : Sunda, Badui
29. Bangka-Belitung : Bangka, Belitung
30. Irian Jaya (Papua) : Asmat, Sentani, Biak, Marindanim
Masih ada beberapa suku bangsa yang tidak tercantum pada pada catatan di atas!
Keanekaragaman budaya daerah yang kita miliki hendaknya dijadikan sumber kemajuan bangsa. Hal itu sesuai dengan semboyan negara kita “Bhinneka Tunggal Ika”.
NAMA PROVINSI DAN RUMAH ADAT
1. Nanggroe Aceh Darussalam : Krong Bade
2. Sumatra Utara : Bolon
3. Riau : Selaso Jatuh Kembar
4. Riau Kepulauan : Selasa Jatuh Kembar
5. Bangka Belitung : Rakit
6. Sumatra Barat : Gadang
7. Bengkulu : Bubungan Limo
8. Jambi : Melayu Selaso
9. Sumatra Selatan : Limas
10. Lampung : Nuwo Sesat
11. D.K.I. Jakarta : Kebaya
12. Jawa Barat : Kasepuhan
13. Banten : Kasepuhan
14. Jawa Tengah : Joglo
15. D.I. Yogyakarta : Bangsal Kencono
16. Jawa Timur : Joglo
17. Bali : Natah
18. Nusa Tenggara Barat : Dalam Loka Samawa
19. Nusa Tenggara Timur : Soo Aa Mosa Lakitana
20. Kalimantan Barat : Rumah Panjang
21. Kalimantan Tengah : Betang
22. Kalimantan Selatan : Bubungan Tinggi
23. Kalimantan Timur : Lamin
24. Sulawesi Utara : Bolaang Mongondow
25. Sulawesi Tengah : Souraja
26. Sulawesi Selatan : Tongkonan
27. Sulawesi Barat : Tongkonan
28. Gorontalo : Souraja
29. Sulawesi Tenggara : Laikas
30. Maluku : Baileo
31. Maluku Utara : Baileo
32. Papua : Honai
33. Papua Barat : Honai
SENJATA KHAS DAN DAERAH ASALNYA
Golok (parang) dari D.K.I. Jakarta,
Kujang dari Jawa Barat
Keris dari Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta
Clurit dari Jawa
Piso surit dari Sumatra Utara
Rencong dari Nanggroe Aceh Darussalam
Mandau dari Kalimantan Barat
Badik dari Sulawesi Selatan
Jenawi dari Riau
Trisula dari Sumatra Selata
Karih dari Sumatra Barat)
Selamat mempelajari keragaman budaya kita. Mari lestarikan budaya daerah.
Sabtu, 18 September 2010
LATIHAN BAHASAKU SEMESTER I
LATIHAN BAHASA INDONESIA KELAS V
A. Temukan persamaan ( sinonim ) dari kata-kata di bawah ini !
1. Wawasan =
2. alkisah =
3. gagasan =
4. runtut =
5. Santun =
6. Tercantum =
7. Situasi =
8. Berita =
9. Identifikasi =
10. Unsur =
11. Tema =
12. Drama =
B. Temukan arti dari :
1. Kusuma bangsa =
2. Buah bibir =
3. Buah tangan =
4. Memeras keringat =
5. Besar kepala =
C. Jawablah dengan jelas pertanyaan di bawah ini!
1. Apakah yang dimaksud dengan cerita rakyat?
2. Tuliskan ciri-ciri pantun!
3. Apakah yang dimaksud dengan kalimat yang bermakna konotatif dan denotatif?
4. Apa yang dimaksud dengan tokoh antagonis dan protagonis?
5. Buatlah satu pantun nasehat !
A. Temukan persamaan ( sinonim ) dari kata-kata di bawah ini !
1. Wawasan =
2. alkisah =
3. gagasan =
4. runtut =
5. Santun =
6. Tercantum =
7. Situasi =
8. Berita =
9. Identifikasi =
10. Unsur =
11. Tema =
12. Drama =
B. Temukan arti dari :
1. Kusuma bangsa =
2. Buah bibir =
3. Buah tangan =
4. Memeras keringat =
5. Besar kepala =
C. Jawablah dengan jelas pertanyaan di bawah ini!
1. Apakah yang dimaksud dengan cerita rakyat?
2. Tuliskan ciri-ciri pantun!
3. Apakah yang dimaksud dengan kalimat yang bermakna konotatif dan denotatif?
4. Apa yang dimaksud dengan tokoh antagonis dan protagonis?
5. Buatlah satu pantun nasehat !
Rabu, 15 September 2010
Kreasi Siswa SD Kanisius Demangan Baru I
Ayo tuliskan hasil karyamu dalam kolom komentar di bawah ini.
Jangan lupa tulis nama kalian dalam tanda kurung.
Sebelum berkarya ayo amati gambar berikut dan tuliskan berapa banyak perbedaan dari dua gambar tersebut!
Jangan lupa tulis nama kalian dalam tanda kurung.
Sebelum berkarya ayo amati gambar berikut dan tuliskan berapa banyak perbedaan dari dua gambar tersebut!
1 2
Selasa, 14 September 2010
MATERI KELAS ENAM (VI) SD
PERKEMBANGAN SISTEM ADMINISTRASI
WILAYAH INDONESIA
Pada awalnya berdiri negara kesatuan Republik Indonesia terdiri atas 8 provinsi yang ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 19 Agustus 1945 yaitu sebagai berikut:
1. Sumatra
2. Jawa Barat
3. Jawa Tengah
4. Jawa Timur
5. Sunda Kecil (kepulauan Nusa Tenggara)
6. Kalimantan
7. Sulawesi
8. Maluku
Pada tahun 1950, provinsi di Indonesia jumlahnya 11. Hasil pemekaran dari Provinsi Sumatra yaitu Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Tengah dan Sumatra Selatan. Provinsi Jawa Tengah dimekarkan menjadi Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Perkembangan jumlah provinsi di Indonesia adalah sebagai berikut :
• Pada tahun 1956, jumlah provinsi di Indonesia adalah 15 provinsi.
• Pada tahun 1957,jumlah provinsi di Indonesia ada17 provinsi.
• Pada tahun 1958, provinsi di Indonesia berjumlah 20 provinsi.
• Pada tahun 1959, provinsi di Indonesia berjumlah 20 provinsi.
• Pada tahun 1960, provinsi di Indonesia berjumlah 21 provinsi.
• Pada tahun 1967, provinsi di Indonesia berjumlah 25 provinsi.
• Pada tahun 1969, provinsi di Indonesia berjumlah 26 provinsi.
• Pada tahun 1976 , Timor Timur bergabung dengan Indonesia dan menjadi provinsi ke 27.
• Pada tahun 1999, Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia dan Provinsi Maluku dimekarkan menjadi Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara.
• Pada tahun 2000, Provinsi di Indonesia berjumlah 32 provinsi.
• Pada tahun 2002,Provinsi di Indonesia berjumlah 33 provinsi.
• Pada tahun 2004,Provinsi di Indonesia berjumlah 33 provinsi.
Nama Provinsi dan ibu Kota Provinsi
1 Nanggroe Aceh Darussalam : Banda Aceh
2 Sumatra Utara : Medan
3 Sumatra Barat : Padang
4 Riau : Pekan Baru
5 Kepulauan Riau : Bandar Seri Bentan
6 Jambi : Jambi
7 Bengkulu : Bengkulu
8 Sumatra Selatan : Palembang
9 Bangka Belitung : Pangkal Pinang
10 Lampung : Bandar Lampung
11 DKI Jakarta : Jakarta
12 Banten : Serang
13 Jawa Barat : Bandung
14 Jawa Tengah : Semarang
15 DI Yogyakarta : Yogyakarta
16 Jawa Timur : Surabaya
17 Bali : Denpasar
18 Nusa Tenggara Barat : Mataram
19 Nusa Tenggara Timur : Kupang
20 Kalimantan Barat : Pontianak
21 Kalimantan Tengah : Palangkaraya
22 Kalimantan Timur : Samarinda
23 Kalimantan Selatan : Banjarmasin
24 Sulawesi Utara : Manado
25 Gorontalo : Gorontalo
26 Sulawesi : Tengah Palu
27 Sulawesi Barat : Mamuju
28 Sulawesi Selatan : Makassar
29 Sulawesi Tenggara : Kendari
30 Maluku : Ambon
31 Maluku Utara : Sofifi
32 Papua : Jayapura
33 Irian Jaya Barat : Manokwari
Selasa, 07 September 2010
RANGKUMAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
RANGKUMAN IPS KERAJAAN HINDU BUDHA
- Pengaruh Hindu berasal dari India.
- Kerajaan Hindu pertama di Indonesia ialah Kerajaan Kutai. Berdiri tahun 400 Masehi. Letak di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
- Kerajaan Hindu tertua di Pulau Jawa ialah Tarumanegara. Berdiri tahun 450. Letaknya di sekitar Bogor, Jawa Barat.
- Kerajaan Kediri mulai dikenal tahun 1117. Rajanya bernama Kameswara. Raja Kediri yang terkenal ramalannya ialah Jayabaya.
- Raja Kediri yang menyerang Singosari tahun 1292 ialah Jayakatwang.
- Semula Raden Wijaya mengabdi kepada raja Kediri, Jayakatwang dan dihadiahi tanah Desa Tarik. Pada saat membangun desa tersebut ada seorang pekerja menemukan buah maja dan memakannya. Ternyata rasanya pahit. sejak saat itu desa Tarik disebut Majapahit.
- Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293. Setelah menjadi raja ia bergelar Kertarajasa Jayawardhana.
- Patih Kerajaan Majapahit yang terkenal dengan Sumpah Palapa-nya ialah Gajah Mada.
- Isi Sumpah Palapa ialah cita-cita Gajah Mada untuk mempersatukan Nusantara di bawah naungan Kerajaan Majapahit.
- Kerajaan Majapahit disebut sebagai kerajaan maritim karena memiliki angkatan laut yang kuat. Panglima angkatan laut Majapahit adalah Mpu Nala.
- Kerajaan Majapahit disebut juga kerajaan agraris karena sebagian penduduknya bercocok tanam atau bertani.
- Kerajan Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dengan gelar Rajasanegara (1350-1389)
- Upacara pembakaran mayat di Bali disebut Ngaben.
- Hari Raya umat Hindu adalah Galungan dan Nyepi.
- Agama Budha masuk ke Indonesia dibawa oleh pendeta Budha yang berasal dari India.
- Agama Budha mula-mula diajarkan oleh Sidharta Gautama.
- Kerajaan yang bercorak Budha di Indonesia ialah Kaling (Jawa Tengah) dan Sriwijaya (Sumatera)
- Di Bawah pemerintahan Ratu Simo/Sima, rakyat Kaling hidup makmur dan tenteram.
- Kerajaan Sriwijaya berdiri abad ke-7 berpusat di muara Sungai Musi, Palembang.
- Raja Sriwijaya yang terkenal ialah Balaputradewa.
- Sriwijaya memiliki armada laut yang kuat, sehingga disebut Kerajaan Maritim.
- Karena memiliki wilayah yang luas, Sriwijaya disebut pula sebagai kerajaan Nusantara yang pertama.
- Selain sebagai pusat perdagangan, Sriwijaya juga merupakan pusat penyebaran Agama Budha.
- Beberapa prasasti peninggalan bercorak Budha ialah: Kedukan Bukit, Talang Tuo, Telaga Batu, Karang Berahi.
- Peninggalan berupa candi ialah Candi Borobudur dan Candi Mendut di Magelang, Jawa Tengah),Candi kalasan.
Senin, 06 September 2010
Gambar mengenai Kerajaan Islam
Peninggalan sejarah masa Islam di Nusantara
1. Samudera Pasai
Kesultanan ini terletak di ujung Pulau Sumatera dekat Selat Malaka.
Berdiri pada abad 13 Masehi. Dahulu menjadi tempat pertemuan pedagang Arab, Persia dan Gujarat.
Sultan Malik Al Saleh adalah raja pertama yang memeluk Agama Islam.
2. Kesultanan Demak
Merupakan Kesultanan Islam pertama di Pulau Jawa.
Pendirinya adalah Raden Patah.
Peninggalan Kesultanan Demak yaitu : Mesjid Agung Demak, Piring Campa, Pintu Bledek, Saka tatal (empat tiang Masjid Agung Demak), bedug dan Dampar Kencana (tempat duduk sultan)
3. Kesultanan Pajang
Hadiwijaya memindahkan pusat pemerintahan dari Demak ke Pajang.
Hadiwijaya sering disebut Joko Tingkir.
4. Kerajaan Martaram Islam
Pusat pemerintahan Pajang dipindahkan ke Mataram oleh Sutawijaya sehingga berdiri Kerajaan Mataram.
Pusatnya di Kotagedhe, Yogyakarta.
Setelah naik tahta Sutawijaya bergelar Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama. Raja-raja selanjutnya yaitu : Mas Jolang dan Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Prasasti Nisan Sultan Malik Al Saleh
iwantaufik.blogdetik.com
Kesultanan ini terletak di ujung Pulau Sumatera dekat Selat Malaka.
Berdiri pada abad 13 Masehi. Dahulu menjadi tempat pertemuan pedagang Arab, Persia dan Gujarat.
Sultan Malik Al Saleh adalah raja pertama yang memeluk Agama Islam.
2. Kesultanan Demak
Merupakan Kesultanan Islam pertama di Pulau Jawa.
Pendirinya adalah Raden Patah.
Peninggalan Kesultanan Demak yaitu : Mesjid Agung Demak, Piring Campa, Pintu Bledek, Saka tatal (empat tiang Masjid Agung Demak), bedug dan Dampar Kencana (tempat duduk sultan)
3. Kesultanan Pajang
Hadiwijaya memindahkan pusat pemerintahan dari Demak ke Pajang.
Hadiwijaya sering disebut Joko Tingkir.
4. Kerajaan Martaram Islam
Pusat pemerintahan Pajang dipindahkan ke Mataram oleh Sutawijaya sehingga berdiri Kerajaan Mataram.
Pusatnya di Kotagedhe, Yogyakarta.
Setelah naik tahta Sutawijaya bergelar Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama. Raja-raja selanjutnya yaitu : Mas Jolang dan Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Prasasti Nisan Sultan Malik Al Saleh
iwantaufik.blogdetik.com
Senin, 26 Juli 2010
Kerajaan Hindu di Indonesia
Kerajaan Kutai
Letak : tepi sungai Mahakam ,Kalimantan Timur
merupakan kerajaan hindu tertua di indonesia, berdiri sekitar tahun 400 M.
Bukti Kerajaan Kutai adalah adanya tujuh buah Yupa.
Yupa adalah tiang batu bertulis.
Raja pertama bernama Kudungga.
Raja terkenal bernama Mulawarman.
Kesusasteraan
Sastera biasanya berisi tentang kepahlawanan, pujian terhadap raja yang memerintah, nasehat dan sebagainya. beberapa karya sastera yang terkenal ialah :
1. Kitab Ramayana : karangan Walmiki
2. Kitab Mahabharata : karangan Wiyasa Kresna Dwipayana
3. Kitab Negarakertagama : karangan Mpu Prapanca
4. Kitab Sutasoma : karangan Mpu Tantular
5. Kitab Arjuna Wiwaha: karangan Mpu Kanwa
6. Kitab Smaradhahana : karangan Mpu Darmaja
7. Kitab Bharatayudha : karangan Mpu Panuluh
Kerajaan Kutai
Letak : tepi sungai Mahakam ,Kalimantan Timur
merupakan kerajaan hindu tertua di indonesia, berdiri sekitar tahun 400 M.
Bukti Kerajaan Kutai adalah adanya tujuh buah Yupa.
Yupa adalah tiang batu bertulis.
Raja pertama bernama Kudungga.
Raja terkenal bernama Mulawarman.
Kesusasteraan
Sastera biasanya berisi tentang kepahlawanan, pujian terhadap raja yang memerintah, nasehat dan sebagainya. beberapa karya sastera yang terkenal ialah :
1. Kitab Ramayana : karangan Walmiki
2. Kitab Mahabharata : karangan Wiyasa Kresna Dwipayana
3. Kitab Negarakertagama : karangan Mpu Prapanca
4. Kitab Sutasoma : karangan Mpu Tantular
5. Kitab Arjuna Wiwaha: karangan Mpu Kanwa
6. Kitab Smaradhahana : karangan Mpu Darmaja
7. Kitab Bharatayudha : karangan Mpu Panuluh
8. Kitab Jangka Jayabaya : Karangan Raja Jayabaya
Dalam kitab Negarakertagama terdapat istilah Pancasila.
Sabtu, 29 Mei 2010
Bahan IPS
Kedatangan Belanda di Indonesia
Tujuan yang pertama kali Belanda datang ke Nusantara untuk melakukan perdagangan.
Tahun 1596 Belanda mendarat di Banten dipimpin Cornelis de Houtman.
Tahun 1602 Belanda mendirikan serikat dagang VOC (Vereenigde Oost Company)
Tanam paksa ( Cultuurstelsel) diajukan oleh Johanes Van den Bosch
Tujuannya untuk mengatasi krisis keuangan di Belanda
Ketentuan:
1. Petani wajib menyediakan 1/5 tanah untuk ditanami kopi,tembakau,tebu dan teh.
2. Penduduk tak punya tanah bekerja selama 65 hari per tahun di perkebunan Belanda
3. Hasil panen dijual ke Belanda
4. Tanah yang digunakan tanam paksa bebas pajak
Edward Douwes Dekker mengecam sistem tanam paksa ia memiliki nam samaran Multatuli. Menulis buku berjudul Max Havelar yang isinya penderitaan rakyat Indonesia ketika diberlakukan sistem tanam paksa.
Tokoh perjuangan mengusir penjajah:
1. Thomas Matulessi (Pattimura) dari Maluku
2. Tuanku Imam Bonjol (Peto Syarif/ Mohammad Shahab) dari Bonjol,Sumatera Barat
3. Pangeran Diponegoro (Ontowiryo/Pangeran Goa Selarong) dari Yogyakarta
4. I Gusti Ktut Jelantik dari Bali. Berlaku hukum tawan karang :hak menawan kapal yang terdampar di Pantai Bali
5. Pangeran Antasari : dari Banjar, Kalimantan Barat
6. Teuku Umar : dari Aceh
7. Sisingamangaraja XII dari Tapanuli/Sibolga.
Tujuan yang pertama kali Belanda datang ke Nusantara untuk melakukan perdagangan.
Tahun 1596 Belanda mendarat di Banten dipimpin Cornelis de Houtman.
Tahun 1602 Belanda mendirikan serikat dagang VOC (Vereenigde Oost Company)
VOC
humaspdg.wordpress.com
humaspdg.wordpress.com
Cornelis de Houtman
belajarsejarah.com
Tanam paksa ( Cultuurstelsel) diajukan oleh Johanes Van den Bosch
Tujuannya untuk mengatasi krisis keuangan di Belanda
Ketentuan:
1. Petani wajib menyediakan 1/5 tanah untuk ditanami kopi,tembakau,tebu dan teh.
2. Penduduk tak punya tanah bekerja selama 65 hari per tahun di perkebunan Belanda
3. Hasil panen dijual ke Belanda
4. Tanah yang digunakan tanam paksa bebas pajak
Johanes Van den Bosch
mediaindonesia.com
Edward Douwes Dekker mengecam sistem tanam paksa ia memiliki nam samaran Multatuli. Menulis buku berjudul Max Havelar yang isinya penderitaan rakyat Indonesia ketika diberlakukan sistem tanam paksa.
Buku karangan Edward Douwes Dekker
makantinta.blogspot.com
makantinta.blogspot.com
1. Thomas Matulessi (Pattimura) dari Maluku
2. Tuanku Imam Bonjol (Peto Syarif/ Mohammad Shahab) dari Bonjol,Sumatera Barat
3. Pangeran Diponegoro (Ontowiryo/Pangeran Goa Selarong) dari Yogyakarta
4. I Gusti Ktut Jelantik dari Bali. Berlaku hukum tawan karang :hak menawan kapal yang terdampar di Pantai Bali
5. Pangeran Antasari : dari Banjar, Kalimantan Barat
6. Teuku Umar : dari Aceh
7. Sisingamangaraja XII dari Tapanuli/Sibolga.
Pangeran Diponegoro
woro2revolusi.blogspot.com
woro2revolusi.blogspot.com
Tuanku Imam Bonjol
sriandalas.multiply.com
sriandalas.multiply.com
Pattimura/Thomas Matulesi
gudang-biografi.blogspot.com
gudang-biografi.blogspot.com
Pangeran Antasari
taufik79.wordpress.com
taufik79.wordpress.com
I Gusti Ktut Jelantik
smknibanawa.blogspot.com
smknibanawa.blogspot.com
Teuku Umar\
bungong.wordpress.com
bungong.wordpress.com
Sisingamangaraja
antarasumut.com
antarasumut.com
Bahasaku Kelas V
CATATANKU BAHASA INDONESIA
Langkah-langkah menulis laporan:
1. Buatlah pertanyaan tentang hal yang perlu diketahui
2. Buatlah buram awal.Buram awal adalah bentuk kasar dari suatu hal yang akan dikerjakan atau konsep laporan
3. Perbaikan buram awal/ konsep awal
4. Membuat laporan kunjungan dengan bahasa yang baik dan jelas,serta mengungkapkan fakta atau bukti.
Meringkas buku diartikan menulis kembali isi buku secara lebih singkat dengan kata-kata sendiri. Disebut juga sinopsis.
Langkah meringkas buku:
- membaca isi buku secara keseluruhan dan memahami isi
- menulis pokok-pokok isi buku secara urut dan lengkap
- mengembangkan pokok-pokok isi buku dengankata-kata sendiri
Format meringkas buku:
Judul buku : ...................
Penulis : ....................
Tahun Terbit : ....................
Penerbit : ...................
Pokok-pokok isi buku : ...................
Unsur-unsur cerita:
a. Tokoh : pemeran suatu cerita
b. Latar : tempat dan waktu kejadian suatu cerita
c. Alur: Rangkaian cerita mulai awal(perkenalan tokoh),tengah (klimaks) sampai akhir (penyelesaian)
d. Watak : sifat-sifat tokoh suatu cerita
e. Amanat : pesan yang akan disampaikan penulis melalui sebuah cerita
Membaca memindai: Membaca cepat suatu data atau tabel.
Sinonim : persamaan kata, contoh bapak=ayah
Antonim: lawan kata : besar>
Tokoh antagonis : tokoh yang berperilaku jahat
Tokoh protagonis : tokoh yang berperilaku baik
Langkah-langkah menyusun karangan:
a. menentukan tema
b. menentukan judul
c. membuat kerangka karangan
d. mengembangkan kerangka karangan menjadi paragraf (alinea)
Langkah-langkah menulis laporan:
1. Buatlah pertanyaan tentang hal yang perlu diketahui
2. Buatlah buram awal.Buram awal adalah bentuk kasar dari suatu hal yang akan dikerjakan atau konsep laporan
3. Perbaikan buram awal/ konsep awal
4. Membuat laporan kunjungan dengan bahasa yang baik dan jelas,serta mengungkapkan fakta atau bukti.
Meringkas buku diartikan menulis kembali isi buku secara lebih singkat dengan kata-kata sendiri. Disebut juga sinopsis.
Langkah meringkas buku:
- membaca isi buku secara keseluruhan dan memahami isi
- menulis pokok-pokok isi buku secara urut dan lengkap
- mengembangkan pokok-pokok isi buku dengankata-kata sendiri
Format meringkas buku:
Judul buku : ...................
Penulis : ....................
Tahun Terbit : ....................
Penerbit : ...................
Pokok-pokok isi buku : ...................
Unsur-unsur cerita:
a. Tokoh : pemeran suatu cerita
b. Latar : tempat dan waktu kejadian suatu cerita
c. Alur: Rangkaian cerita mulai awal(perkenalan tokoh),tengah (klimaks) sampai akhir (penyelesaian)
d. Watak : sifat-sifat tokoh suatu cerita
e. Amanat : pesan yang akan disampaikan penulis melalui sebuah cerita
Membaca memindai: Membaca cepat suatu data atau tabel.
Sinonim : persamaan kata, contoh bapak=ayah
Antonim: lawan kata : besar>
Tokoh antagonis : tokoh yang berperilaku jahat
Tokoh protagonis : tokoh yang berperilaku baik
Langkah-langkah menyusun karangan:
a. menentukan tema
b. menentukan judul
c. membuat kerangka karangan
d. mengembangkan kerangka karangan menjadi paragraf (alinea)
Langganan:
Postingan (Atom)




























